ウミユリ海底譚 (Umiyuri Kaiteitan) English and Indonesian Lyrics

Hi, cakewielder here. This is my first work of translating a vocaloid song that’s been translated into English, to Indonesian. I took the English lyrics from Road, a blogspot user. Umiyuri Kaiteitan is a complex song, but knowing that, it still hits the high charts of niconico and has been incorporated to some of Sega’s music games. But I do hope that Indonesians can understand the meaning of the song more with my translation. Feel free to contact or comment for further explanation. Enjoy!

English Lyrics from Road

Hold it,
I know it
It’s really nothing so please say that you
Won’t laugh at my song
Strolling round sending SOS
It’s me, it’s me, it’s me.

And now,
Ashes smearing, dust to dust
Deep in the ocean
Dreams I saw down there that took my
breath away

Just that
Between all the tremors
I looked to the sky above
My hands were intercepted

The remnants of those dreams
And the silence of your tears
Couldn’t let them out
Now a bubble gaden hides them close and near
In the stars shining too bright
Swimming lights across the sky
Within every word
In the space between the waves

You grew so far from me

“Joking!”

Know you can count on me
You’ll understand in the end so don’t laugh at my song
Drifting away on a deep-sea train
These tears–no way, no way

Please just take it away, if
You go along with it
Know that you can never ever come back here
Midair stroll to a four-four time
It’s me, it’s me, it’s me

It’s just
Skies engulfed in indigoTo the horizon
In those ashes, I began to paint a dream

Right now
In my heart, deep inside
A dying, and fading light
Erased te sight of your back to me

The remnants I caress
The next chapter of my dream
Hasn’t started yet
Even though I’ve not forgotten anything
Reaching out toward the light
Swaying in between the waves
Deep into the night
In that place inside my heart
You only waved your hand at me

“Joking!”

Just plug in it
No, I don’t need it anymore, please
don’t lie so in a song
Laughing, believing that it exists
Happy endings, yeah right

Take a stand, now’s the time
If it’s that kind of world
That we’re in, don’t just stop and let this
be the end
Laugh out and cry out
the brightest staris love, is love, is love

I can paint the lingering ‘you’
But I still want more
Love absorbed by ones I don’t know
At all
Simply put, it ended my life
Words of hope, and expectant replies
And do you laugh as if you can’t hear at all?

Know you can count on me
No, I don’t need it anymore

Hey

Just put a plug in it
Inside this enigmatic loveOf ours

“Joking!”

Hold on,
I know so
It’s really nothing so please say that you
won’t laugh at my dream
Drifting away on a deep-sea trainThese tears–no way, no way.

Just get out of my sight,
If you turn away and leave
Then don’t think that you can come
back and stop me here
Laught out and cry out, SOS
It’s me, it’s you, it’s me

Deep-sea train gone at last, tears too

So I sink into deep sky blue

Indonesian Lyrics:

Berhenti, jangan ganggu aku
Aku pun sudah tahu
Tolong jangan tertawakan lagu ku yang bukan apa-apa.
Siapa disana yang mengembara, dengan sinyal SOS nya?
Itu adalah aku, aku, aku!

Dan sekarang,
Tubuhku yang ditutupi dengan rata oleh abu, debu diatas debu
Kembali melanjutkan perjalanan kedalam kegelapan laut itu, aku melihat keindahan mimpi
Nafasku pun terhenti seketika itu juga.

Hanya saja,
Ada pun gangguan diantara keindahan itu semua;
Aku melihat langit yang dilukis biru itu, ingin meraihnya
Tetapi tangan ku terpaku ditempatnya.

Serpihan dari sebuah kumpulan mimpi pun melintas,
Ku teringat dirimu dan tangisan mu yang tak bersuara
Kau menolak untuk didengar.
Tersembunyi di antara gelembung-gelembung laut
Bersinar sangat terang, membutakan mataku
Terus berenang, menembusi permukaan laut
Dan setiap kata yang terdapat
Di sela-sela ombak…

Kau pun semakin menjauh dari sisiku.

“Tenang, aku hanya bercanda!”

Aku yakin, kau bisa mengandalkanku
Semuanya akan tepat sasaran pada akhirnya, jadi tolong jangan tertawakan laguku
Sebuah kereta bawah laut yang melaju tak berarah
Tangisan ini—tidak, tidak mungkin nyata.

Bantulah aku dan ambil saja jauh-jauh dariku
Jika kau memang berencana untuk pergi
Dan jangan mencoba untuk kembali lagi ke sisi ku.
Siapa dia yang mengelilingi udara dalam ketukan 4/4?
Itu adalah aku, aku, aku!

Aku bisa melihat
Langit-langit diselimuti kebiruan
Bertemu horison
Dibalik abu pun aku kembali melukis sebuah mimpi

Disini,
Jauh di lubuk hati ku,
Sebuah cahaya, yang sudah redup seiringnya waktu berjalan
Namun mampu menghilangkan bayangan punggungmu yang membelakangi diriku.

Sisa-sisa memori yang sangat ku sayangi
Dan juga bagian kelanjutan mimpi ku
Mampu kah aku untuk melanjuti kisah nya?
Walaupun rasanya semua itu baru saja terjadi kemarin.
Ku mencoba raih cahaya itu
Yang dengan gemulai terbawa arus laut
Jauh di dalam gelapnya malam seperti
Keadaan di dalam hati ku ini
Aku hanya bisa melihat dirimu yang memanggil-manggil nama ku dari jauh.

“Hey, aku hanya bercanda.”

Aku menolak untuk mendengar mu.
Tidak, bukannya aku masih membutuhkan itu, tolong berhenti berbohong dalam nyanyianmu.
Aku hanya bisa tertawa, mengingat itu semua dalam kerpercayaan yang teguh.
Bagaimana bisa aku mendapatkan akhir yang bahagia sekarang?

Ambil posisi, waktunya telah tiba untuk menentukan
Jikalau kita hidup di dunia yang seperti di ambang ini
Jangan menyerah dan biarkan mereka menentukan keakhiran mimpi ini
Tersenyum lah, menangis lah
Dan cahaya seterang bintang-bintang malam itu akan terlahir kembali
Kau bisa sebut saja itu cinta, cinta, cinta.

Aku bisa melukis “dirimu” yang ada di mimpi ku
Tetapi itu tidak akan pernah membuat ku puas.
Cinta yang terserap oleh mereka
Yang bayangannya pun tak pernah aku lihat
Anehnya, itu lah yang mengakhiri hidupku.
Kata-kata dan balasan yang memberikan harapan,
Apakah kau benar-benar tertawa karena tak bisa mendengar kembali semua itu?

Aku yakin, kau bisa mengandalkan diriku
Tidak, aku tidak lagi membutuhkan keyakinan mu

Biarkan aku menutupi kedua telinga ku,
Dan memuasi hati ku didalam cinta kita ini
Yang membingungkan.

“Aku hanya bercanda!”

Tunggu sebentar,
Aku pun sudah tahu.
Yakini lah aku bahwa kau tidak akan menertawai mimpi ku yang bukan apa-apa.
Kembali menaiki kereta bawah laut yang melaju tak berarah,
Tangisan ini—bukan, bukan, ini hanya fiktif belaka.

Lenyap lah dari pandanganku,
Jika kau memang berencana untuk pergi
Dan jangan berfikir bahwa kau bisa memberhentikan kepergian ku
Kembali lah tertawa, selagi sinyal SOS ini menderu
Itu adalah aku, kamu, aku.

Kereta bawah laut pun pergi, membawa tangisanku

Dan aku tenggelam didalam kebiruannya laut.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s